30 August 2016

Indonesia ReBook (iReBook) Merupakan Inovasi Sebagai Solusi Untuk Mengurangi Sampah Kertas Dengan Cara Mendaur Ulang Sampah Kertas Menjadi Buku Tulis yang Memiliki Efektifitas Tinggi

Dewasa ini, teknologi semakin berkembang dengan cepat. Perkembangan teknologi sangat sulit untuk dicegah ataupun dihentikan. Teknologi sangat diperlukan oleh berbagai kalangan, mulai dari rumah tangga, perusahaan, tua, dan muda. Teknologi dapat menggantikan semua pekerjaan manusia, dimulai dari buruh pabrik dimana semakin kesini buruh pabrik mulai dikurangi dan digantikan dengan mesin pabrik dikarenakan mesin pabrik memiliki efektifitas yang lebih tinggi dan juga tentunya dengan biaya ongkos yang lebih murah. Teknologi memiliki perkembangan yang pasti ke depan nya.

Ilustrasi Perkembangan Teknologi
Sumber : zakiy.my.id
Tidak heran, semua kalangan ingin memiliki yang namanya teknologi. Beragam inovasi sering dilakukan oleh orang-orang baik dari individu maupun dari perusahaan. Dari yang sangat kompleks sampai yang sederhana. Tetapi tidak selama nya teknologi yang dikembangan dapat berhasil dan diterima oleh masyarakat luas, salah satunya adalah Electronic Book atau disingkat E-book. 

Gambar E-Book
Sumber : geckoandfly.com
Buku digital atau E-book adalah alternatif buku teks yang lebih baik dan lebih canggih. E-book sangat mudah untuk didapatkan dan harganya lebih murah dibandingkan membeli buku teks biasa yang terbuat dari  kertas (detik.com, 2012). E-book lebih ringkas dibandingkan dengan buku biasa. Kita bisa menyimpan lebih dari satu buku dalam satu gawai (gadget) sehingga memudahkan kita dalam membawa banyak buku. Sayangnya, menurut beberapa penelitian menunjukkan bahwa membaca materi dari buku cetak lebih mudah diingat untuk jangka panjang dibanding membaca lewat layar (E-book) (detik.com, 2012). Kate Garland, doesn psikologi di University of Leicester di Inggris menemukan bahwa tidak ada perbedaan dalam presetasi siswa ketika materi yang sama disajikan dalam bentuk digital maupun cetak. Namun, ia menemukan ada sedikit perbedaan jangka panjang yang penting. Dalam sebuah penelitian, ia meminta mahasiswa psikologi membaca materi ilmu ekonomi yang belum pernah dikuasai. Ia menemukan ada 2 perbedaan yang muncul. Pertama, diperlukan mahasiswa lebih banyak mengulang-ulang membaca lewat komputer untuk memahami informasi yang sama. Kedua, pembaca uku lebih mencerna materi secara lengkap (University of Leicester, 2012). Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa tidak selamanya teknologi dapat memudahkan manusia. Manusia juga masih memerlukan produk yang tidak memilik teknologi tinggi, misalnya buku teks yang masih digunakan sampai sekarang. Buku teks sampai sekarang terdiri bahan yang disebut kertas. Kertas sampai sekarang merupakan bahan yang sangat vital karena diperlukan sebagai kebutuhan manusia. Contoh nya adalah buku, tisu, dan sebagainya. Dan kertas juga sangat dibutuhkan sejak dahulu kala. 
Sampah Kertas Koran
Sumber : tempo.co
Tetapi, hari demi hari penggunaan kertas mulai umum digunakan oleh masyarakat luas baik untuk menulis, membuat buku, dan lain sebagainya. Dan masalah utama penggunaan kertas yang semakin banyak yaitu semakin banyak perusahaan kertas yang menebang pohon di hutan untuk memproduksi kertas baru, dan juga sampah kertas bekas yang memenuhi Indonesia. Dengan adanya masalah yang ditimbulkan oleh penggunaan kertas maka saya ingin membawa kabar baik mengenai inovasi daerah  Tangerang Selatan, yaitu dengan cara mendaur ulang sampah kertas untuk membuat kertas baru dan menyusun nya menjadi sebuah buku tulis yang dinamakan Indonesia ReBook (iReBook). Indonesia ReBook ini merupakan sebuah buku tulis yang dibuat dari kertas daur ulang dari sampah kertas baik sampah kertas dari rumah tangga maupun sampah kertas dari perusahaan.
 Menurut data pada tahun 2015, Tangerang Selatan menghasilkan sampah sebesar 800 ton/hari dimana sampah tersebut berasal dari 500.000 Kepala Keluarga, pertokoan, dan pasar (tempo.co, 2012).
Sekilas dari tampak luar, Indonesia ReBook sama seperti buku tulis pada umumnya tetapi Indonesia ReBook memilik fitur yang lebih dibandingkan buku tulis biasa. Cover dari iReBook ini berbahan hard cover yang tebal sehingga tidak mudah tertekuk, terlipat dan basah jika terjadi sesuatu di dalam tas. Lalu terdapat fitur yang merupakan pembeda dibandingkan produk yang lainnya.


Sketsa Produk
              Sumber: Karya Sendiri
 Fitur pertama dari iReBook yaitu adanya wadah untuk handphone pengguna iReBook. Saya melihat banyak orang-orang yang membawa buku tulis sekaligus membawa handphone dan saya amati orang-orang tersebut sangat kerepotan jika harus membawa dua barang dalam satu genggaman. Maka adanya wadah handphone di dalam buku tersebut untuk memudahkan pengguna untuk melakukan aktivitasnya. Fitur kedua yaitu, terdapat wadah untuk powerbank atau pengecasan handphone portable, dimana powerbank merupakan peralatan yang harus dibawa setelah handphone. Saya mengamati orang-orang yang membawa handphone setidaknya membawa powerbank dalam tas nya atau di kantong nya. Tetapi bagaimana jika orang itu sibuk dan membawa buku tulis, handphone, dan powerbank dalam genggaman tangan nya? Tentunya merepotkan bukan? Maka saya menemukan solusi nya yaitu dengan menyematkan kantong sebagai wadah untuk powerbank pengguna iReBook untuk mengisi daya baterai handphone nya dan tentunya hal tersebut dapat dilakukan hanya dilakukan dalam satu genggaman. Karena pengguna tidak harus mencari handphone, dan powerbank di dalam kantong celana atau tas nya karena hal tersebut tentunya sangat merepotkan pengguna juga. Dan selanjutnya ada fitur ketiga yaitu, tempat untuk menaruh alat tulis seperti pensil, pulpen, dan penghapus. Pengguna tidak perlu repot untuk mengambil alat tulis yang sedang digunakan karena bisa ditaruh di kantong yang telah disediakan untuk pulpen, pensil, dan penghapus dan hal itu dapat meningkatkan produktivitas pengguna karena waktu pengguna tidak terbuang sia-sia hanya untuk mencari alat tulis. Dan itulah fitur-fitur dari Indoesia ReBook (iReBook) dan fitur tersebut belum ada di produk sejenis.
Alur Kerja Sama
               Sumber : Karya Sendiri
 Seperti dijelaskan diatas bahwa terdapat 800 ton sampah/hari yang di buang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Cipecang. Dimana hanya 30% sampah yang terangkut ke TPA Cipecang, sedangkan 20% dibawa ke bank sampah, dan 50% dibawa ke tempat sampah 3R. TPA Cipecang sudah tidak muat dalam menampung sampah untuk 1 - 2 tahun ke depan sehingga dengan mengurangi sampah kertas maka akan menambah ruang untuk membuang sampah yang lain nya di TPA Cipecang(tempo.co, 2015).
Untuk sistem kerja nya yaitu saya selaku produsen akan berkoordinasi dengan pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk menyeleksi dan mengambil sampah kertas yang berada di TPA Cipecang, dan selanjutnya menyortir sampah dari bank sampah yang dikelola oleh swasta atau masyarakat, dan juga tempat sampah 3R. Hal itulah yang dapat saya sampaikan sebagai kontribusi saya untuk Indonesia agar Indonesia bisa lebih baik ke depannya. Terima Kasih.

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku




0 komentar:

Post a Comment

    Blogger news

    Blogroll

    About