28 June 2016

Mengenal Jurusan Teknik Material dan Metalurgi ITS

Sumber : material.its.ac.id

  • Apakah Itu Teknik Material dan Teknik Metalurgi???


     Teknik material atau ilmu bahan adalah disiplin ilmu teknik yang mempelajari sifat bahan dan aplikasinya terhadap berbagai bidang ilmu dan teknikIlmu ini mempelajari hubungan antara struktur bahan dan sifatnya. Ilmu material juga mempelajari teknik proses atau fabrikasi (pengecoran, pengerolan, pengelasan, dan lain-lain). 
    Sedangkan teknik metalurgi adalah disiplin ilmu keteknikan yang mengkaji proses pengolahan dan perekayasaan mineral dan logam. Ruang lingkup metalurgi yaitu pengolahan mineral, ekstraksi logam dari konsentrat mineral, proses produksi logam, dan perekayasaan sifat fisik logam. 
      Cakupan bidang ilmu ini sangat luas karena dapat diapliksikan dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu ini diaplikasikan pada pembuatan mobil, keramik, pesawat terbang, plastik, dan dapat juga untuk membuat ginjal buatan atau yang biasa disebut bio-material.

  • Sejarah Teknik Material dan Metalurgi ITS


    Program Studi Teknik Material berawal dari sebuah jurusan di Fakultas Teknologi Industri ITS yaitu Jurusan Teknik Mesin. Tahun 1983, Jurusan Teknik Mesin membagi bidang keahliannya menjadi empat yaitu : Bidang Studi Konversi Energi, Teknik Produksi, Desain dan Metalurgi. Salah satu bidang studi di Teknik Mesin yaitu Bidang Studi Metalurgi dalam perjalanannya berkembang pesat sekali dan akhirnya dibentuk menjadi Program Studi Teknik Material yang secara resmi dibuka pada tahun ajaran baru 1999/2000 berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan RI No. 178/DIKTI/Kep/1998. Dan jurusan teknik material dan metalurgi ITS telah mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional.

  • Apa saja yang akan di pelajari di Jurusan Teknik Material dan Metalurgi?
Sumber : airbus.com
      Di jurusan ini terbagi menjadi empat peminatan, yaitu Metalurgi ekstraksi, manufaktur, material inovatif, dan korosi. Pada metalurgi ekstraksi ini kita akan mempelajari tentang pengolahan logam untuk mengambil logam berharga dari sebuah bijih. Konsentrat yang mengandung logam berharga dipisahkan dari pengotor nya. Dan dari proses ekstraksi ini akan dihasilkan logam murni dengan kadar tertentu dan nantinya bisa dijual untuk umum. Semakin tinggi kandungan logam tersebut maka semakin tinggi pula harga yang ditawarkan. Metalurgi ekstraksi terdapat di perusahaan seperti Krakatau Steel, Antam (Aneka Tambang), Freeport, dan lain-lain. Pada peminatan manufaktur ini kita akan mempelajari tentang bagaimana membuat bahan mentah menjadi bahan jadi untuk dijual dan proses nya mengaplikasikan mesin, peralatan dan tenaga kerja. Proses metalurgi manufaktur terdapat di perusahaan seperti GMF (Garuda Maintenance Facility), Boeing, Astra, dan lain-lain. Kemudian ada material inovatif. Material inovatif ini mempelajari material-material yang berteknologi tinggi dan membuat material-material baru. Nano material, super konduktor, komposit termasuk dalam material inovatif. Kemudian korosi. Pada korosi ini kita akan mempelajari tentang proses perkaratan, pencegahan perkaratan, analisa kegagalan, dan NDT (Non-Destructive Testing) yang bahasa Indonesia nya adalah menguji tanpa merusak.
     Dan di jursan teknik material dan metalurgi terdapat kurikulum yang disusun untuk agar kita bisa mengetahui lebih dalam tentang material dan metalurgi. Kurikulum tersebut dapat di unduh di sini untuk mengetahui apa saja yang kita pelajari selama 8 semester dengan total 144 sks.

  • Prospek Lulusan Teknik Material dan Metalurgi

  1. Bidang Industri Pertambangan (PT. Freeport Indonesia, PT. Aneka Tambang, PT. Newmont Nusa Tenggara, dan Industri Semen)
  2. Bidang Industri Perminyakan Dan Gas (pada bidang ini lulusan material metalurgi menduduki posisi sebagai corrosion engineers, pipeline risk & assessment, dan metallurgical failure analyst)
  3. Bidang Industri Ekstraksi Dan Peleburan Logam (PT. INCO, PT. Aneka Tambang, PT. Timah, PT. Inalum, PT. Krakatau Steel, dll)
  4. Bidang Industri Manufaktur (Industri otomotif, industri pesawat terbang, industri pembuatan komponen dan mesin)
  5. Bidang Lembaga Penelitian, Akademisi, dan Pemerintahan
  6. Dan Bidang Lain (Perbankan, dan asuransi)

Insinyur material dan metalurgi sangat dibutuhkan dalam industri pada dasawarsa ini. Dapat kita lihat di Amerika Serikat dan beberapa negara maju, setiap perguruan tinggi disana terdapat jurusan yang berkaitan dengan material seperti materials engineering, materials science, metallurgical engineering dan sejenisnya. Mereka sadar bahwa mereka tidak bisa beraktivitas atau aktivitas mereka akan terganggu karena kita selalu menggunakan berbagai macam material di dalam kehidupan sehari-hari dan lapangan kerja yang luas dan beragam. Semoga dengan meningkatnya insinyur material metalurgi di Indonesia dapat membawa Indonesia lebih maju ke depannya dan dapat mengembangkan pertambangan dan teknologi material yang ada di Indonesia.

Jika ada yang ingin bertanya seputar jurusan teknik material dan metalurgi ITS bisa berkomentar di kolom yang telah disediakan. Mohon maaf apabila saya ada salah tulisan. Terima kasih


    


    

0 komentar:

Post a Comment

    Blogger news

    Blogroll

    About